Advertisment
MobilOtomotif

Si Antik VW Kodok Makin Tua Makin Jadi

Advertisement

 Fans beberapa mobil tua lumayan banyak di Indonesia. Trend mobil retro sekarang umumnya dari angkatan milenial yang ingin salurkan hobynya. Untuk mereka simpan mobil classic itu untuk investasi.

Menurut salah satunya fans mobil usang, Widitya Prayudi, Volkswagen Beetle dapat menjadi investasi masa datang. Karena makin tua umur VW Beetle, harga jualnya dapat makin tinggi.

Related Articles

Dia memberikan contoh, untuk VW Beetle produksi 1950-an variasi 1200 dapat menembus Rp1,5 miliar, dengan persyaratan tetap terlindungi originalitasnya. Bandrol itu sebagai harga paling tinggi untuk mode VW yang akrab disebutkan ‘Kodok’ di Indonesia.

Mode buat menampang di pameran sebagai dasar paling tinggi harga VW Kodok di Indonesia. Di sisi lain, Didiet menerangkan, VW Kodok type 1200, 1300, dan 1303, produksi 1958 sampai 1965, harga lebih murah, sekitaran Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Harga bervariatif bergantung keadaan mobil.

Harga pasar Beetle sisa sendiri termasuk relatif murah untuk salurkan hoby modifikasi. Walau begitu calon konsumen harus cermat memandang keadaan mobil jika pada keadaan ‘bahan’ atau ‘bangkai’ dalam istilah pertemanan fans modifikasi mobil tua.

Berbahan agar digunakan nglayap, pemiliknya harus minimal mengambil kantong minimum Rp50 juta. Dana itu membuat mobil tampil style di jalan raya dengan status mobil classic.

“Minimum Rp50 juta untuk dapat digunakan nikmat untuk sekedar jalan saja dan buat kongkow. Tetapi itu bergantung owner, ada pula yang benahi sampai Rp200 juta, ya sama sesuai bujet saja,” kata anggota Frog Bread Klub ini.

Mobil classic memang menarik perhatian karena jarang-jarang tersebar di jalan. Beberapa customer bahkan juga ada yang cari Kodok sangat jarang, seperti Beetle dengan kaca belakang split dan oval.

Kelompok sangat jarang dampaknya membuat harga mobil jadi ‘gelap’, atau mempunyai harga tidak terang. Harga mobil dapat tinggi atau rendah bergantung perundingan dengan penjualannya.

“Itu terhitung VW yang sering dicari dan sulit didapatkan, jika ada harga tinggi ya,” tambah anggota Indonesia Pre67 Beetle, Gatot Purnama.

Di Indonesia, komunitas paling besar Kodok tahun produksi 1970 ke atas. Beberapa pemilik yang telah membuat komune sudah menyebar ke semua penjuru negeri benar-benar menghargai kehadiran Beetle.

Advertisement
Show More
Back to top button

Adblock Detected

Please Turnoff Adblock